Kenapa DFMA?

DFMA merupakan prosedur sistematis untuk review design secara berkesinambungan sehingga dapat menghasilkan produk yang lebih sederhana dan reliabel dengan biaya yang rendah

Tujuan DFMA?

  • Mengembangkan prosedur yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam proses desain
  • Kerangka acuan dalam menyederhanakan produk, mengurangi biaya manufacturing dan assembly serta meningkatkan kualitas design

Bagian 1 Desain dan Biaya Produk

Produk merupakan barang, jasa atau pengetahuan yang dijual ke konsumen. Proses pengembangan produk merupakan aktifitas yang dibutuhkan untuk mewujudkan konsep menjadi sebuah produk yang siap dipasarkan. Aktivitas teknis dalam pengembangan produk untuk memenuhi bussiness case dan visi pemasaran disebut juga sebagai proses desain. Tahapan pengembangan produk meliputi perancangan, menentukan konsep desain, melakukan detailing desain hingga pra produksi. Tahap pengembangan produk sangat krusial karena 70% biaya produk akhir ditentukan dalam tahap ini.

Bagian 2 Inovasi Produk

Inovasi merupakan hal yang mutlak jika ingin produk kita diterima di pasar. Inovasi produk merupakan proses yang berkelanjutan untuk menghasilkan produk yang unggul dan mampu bersaing dipasaran. Selain itu inovasi produk harus mampu menyelesaikan permasalahan yang ada sehingga produk yang dibuat dapat terus diterima pelanggan.

Bagian 3 Design For Manufacturability

Design for manufacture atau desain untuk pembuatan adalah perancangan produk yang didasarkan pada minimalisasi biaya produksi dan/atau time-to-market dengan tetap menjaga level kualitas. Tujuan dari design for manufacture adalah untuk mengurangi biaya-biaya komponen, perakitan dan overhead.

Bagian 4 Design For Assembly

Proses perakitan atau assembly merupakan salah satu proses dalam manufaktur yang berperan penting dalam menghasilkan sebuah produk. Pada proses perakitan, komponen atau bagian-bagian produk dirakit atau dipasang menjadi sebuah produk. Penyatuan bagian-bagian produk merupakan proses yang seringkali paling banyak membutuhkan tenaga kerja dan menghabiskan biaya produksi terlebih jika metode perakitan yang digunakan tidak sesuai. Biaya tinggi pada perakitan biasanya terjadi karena desain produk yang kurang tepat seperti jumlah komponen terlalu banyak atau membutuhkan banyak tools yang berbeda. Pemilihan metode perakitan harus dilakukan sejak sebuah produk mulai dirancang.

Bagian 5 DFMA Sebagai Panduan Desain

Bagian 6 Design FMEA

Referensi

  1. Ulrich, K, “Product Design And Development: 5th Edition”, McGraw-Hill Education, 2011
  2. Boothroyd, G., Dewhurst, P., Knight, W., “Product Design for Manufacture and Assembly, 3nd Edition”, CRC Press, New York, 2011
  3. Chang, Guanghsu A., Peterson, William R., “ Using Design For Assembly Methodology To Improve Product Development and Design Learning at MSU”, American Society for Engineering Education, 2012
  4. Kurowski, Paul M., Knopf, George K., “Educating Engineers about Product Design Methodology”, https://www.researchgate.net/publication/252218737_Educating_Engineers_about_Product_Design_Methodology
  5. https://www.rose-hulman.edu/~stienstr/ME470/DFA.ppt
  6. Chowdary, Boppana V. Harris, Azizi, “Integration of DFMA and DFE for Development of a Product Concept: A Case Study”, Seventh LACCEI Latin American and Caribbean Conference for Engineering and Technology, 2009
  7. Rosnani Ginting, Amir Yazid Ali, “ TRIZ or DFMA Combined With QFD as Product Design Methodology: A Review “, Pertanika J. Sci. & Technol. 24 (1): 1 – 25 (2016)
  8. Jahangir Yadollhi Farsi, Noraddin Hakiminezhad, “The integration of QFD Technique, Value Engineering and Design for Manufacture and Assembly (DFMA) during the Product Design Stage”, Advances in Environmental Biology, 6(7): 2096-2104, 2012, ISSN 1995-0756
  9. Prakash, Wankhede Nitesh, Sridhar, V. G., Annamalai, K., “New Product Development By DFMA And Rapid Prototyping”, ARPN journal of engineering and applied sciences, VOL. 9, no. 3, March 2014
  10. R. Z. Surya et al., “Aplikasi Ergonomic Function Deployment (EFD) Pada Redesign Alat Parut Kelapa Untuk Ibu Rumah Tangga”, JOSI – Vol. 13 No. 2 Oktober 2014 – Hal 771-779
  11. Charles Anson et al, “Desain dan pembuatan alat penggiling daging dengan quality function deployment”, Jurnal Teknik Industri Vol. 8, No. 2, Desember 2006: 106-113, http://www.petra.ac.id/~puslit/journals/dir.php?DepartmentID=IND
  12. Denny Nurkertamanda, Fauziyati Tri Wulandari, “Analisa Moda dan Efek Kegagalan (Failure Mode And Effects Analysis / FMEA) Pada Produk Kursi Lipat Chitose Yamato HAA”, J@TI Undip, Vol IV, No 1, Januari 2009