Bagian 4 Design for Assembly

Proses perakitan atau assembly merupakan salah satu proses dalam manufaktur yang berperan penting dalam menghasilkan sebuah produk. Pada proses perakitan, komponen atau bagian-bagian produk dirakit atau dipasang menjadi sebuah produk. Penyatuan bagian-bagian produk merupakan proses yang seringkali paling banyak membutuhkan tenaga kerja dan menghabiskan biaya produksi terlebih jika metode perakitan yang digunakan tidak sesuai. Biaya tinggi pada perakitan biasanya terjadi karena desain produk yang kurang tepat seperti jumlah komponen terlalu banyak atau membutuhkan banyak tools yang berbeda. Pemilihan metode perakitan harus dilakukan sejak sebuah produk mulai dirancang.

Ide dasar design for assembly

Design for assembly (DFA) merupakan proses perancangan produk dengan memperhatikan kemudahan dalam perakitan. Tujuan dari DFA adalah untuk memudahkan dalam proses desain produk dengan jumlah part yang minimal, mudah dalam penanganan, perakitan dan biaya yang minimal.

Prinsip Dasar DFA

1. Sederhankan dan kurangi jumlah part

a. Standarisasi Part

  • Identifikasi part yang tidak perlu
  • Hilangkan fasterner yang terpisah bila memungkinkan
  • Hilangkan fitur yang tidak bernilai bagi customer
  • Minimalkan penggunaan part yang berbeda
  • Gunakan part yang umum

b. Minimalkan fasterner

  • Minimalkan penggunaan fasterner
  • Jika tidak memungkinkan, gunakan fasterner dengan jenis dan ukuran yang sama
  • Gunakan self-aligning fasterner

2. Desain untuk kemudahan perakitan

a. Modular

  • Bagi sistem menjadi sub-sistem yang lebih kecil (module). Pastikan sub-sistem dibuat secara terpisah dan dapat digunakan pada sistem yang lain
  • Lakukan perakitan secara terpisah/mandiri/pre-assembly untuk kemudian gabungkan dan gunakan pada sistem.

b. Stack Assembly

  • Rakit komponen dari bagian yang paling bawah
  • Pemasangan dari arah atas
  • Minimalkan arah pemasangan pada proses perakitan

3. Permudah pemasangan

a. Minimalkan re-orientasi

  • Mudahkan pensejajaran/alignment
  • Part kritikal harus jelas, mudah terlihat dan langsung cocok saat pemasangan
  • Desain part non-kritikal agar cocok terpasang dari segala arah

b. Minimalkan adjusment

  • Gunakan part yang self-aligment dan self-locating (sedikit/tidak perlu melakukan pensejajaran)
  • Pastikan part tidak perlu dipegang untuk mempertahankan posisinya
  • Hindari clearances yang terlalu kecil
  • Sediakan kemudahan akses dan visibilitas

4. Permudah Penanganan

Sesuaikan dimensi bagian-bagian produk agar mudah penanganan. Membuat part dengan ukuran yang besar akan menyulitkan operator dalam melakukan perakitan. Demikian juga dengan part yang terlalu berat juga akan menyebabkan kelelahan pada operator dan memperlambat proses. Usahakan merancang part yang dapat penanganannya hanya membutuhkan satu operator. Namun, jika desain tidak memungkinkan maka perlu adanya alat bantu sehingga memudahkan operator untuk menangani part tersebut.

Prinsip dasar design for assembly

PROSES DFA

Setelah mengetahui prinsip dasar desain untuk perakitan, bagaimana cara kita menerapkanya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *