Bagian 2 Inovasi Produk

Inovasi merupakan hal yang mutlak jika ingin produk kita diterima di pasar. Inovasi produk merupakan proses yang berkelanjutan untuk menghasilkan produk yang unggul dan mampu bersaing dipasaran. Selain itu inovasi produk harus mampu menyelesaikan permasalahan yang ada sehingga produk yang dibuat dapat terus diterima pelanggan. Pengembangan produk biasanya dilakukan dalam enam tahapan dimana review dilakukan untuk setiap tahapan/fase.

inovasi produk; tahapan pengembangan produk

2.1. Konsep Desain

Fase awal adalam pembuatan produk adalah mencari ide-ide dan konsep baru mengenai sebuah produk, sehingga fase ini disebut juga sebagai fase pembuatan ide. Konsep desain pada umumnya dibuat dengan terlebih dulu mengetahui kebutuhan pengguna terhadap produk yang akan dikembangan. Pada fase ini dilakukan studi kelayakan dengan melakukan riset pasar maupun riset produk. kebutuhan target pasar atau pengguna terhadap produk yang akan dikembangkan diidentifikasi.

Benchmark terhadap produk serupa yang sudah ada di pasaran juga perlu dilakukan, sehingga diperoleh konsep produk alternatif yang nantinya akan dipilih untuk pengembangan dan pengujian lebih lanjut. Selain itu juga dilakukan perencanaan awal proyek pengembangan sebuah produk sehingga nilai keekonomian sebuah proyek dapat dijustifikasi. Fase konsep desain menjadi sangat penting karena meletakkan dasar untuk semua fase berikutnya. Ide-ide dan konsep yang dihasilkan akan memandu proses pengembangan produk secara keseluruhan.

2.2. Perencanaan Desain

Keluaran dari fase pertama adalah spesifikasi awal dari produk yang dikembangkan sebagai masukan desain. Spesifikasi awal ini kemudian didetailkan dengan membuat beberapa alternatif konsep desain yang akan dikembangkan. Alternatif-alternatif desain tersebut kemudian direview dan dipilih satu konsep desain yang akan dikembangkan menjadi produk.

Persyaratan pengguna (user requirement) harus menjadi acuan pada tahap perencanaan deseain. Designer harus memastikan bahwa konsep yang ada dapat dibuat dan dikembangkan lebih lanjut. Pada tahap ini dilakukan desain tingkat sistem yang meliputi arstitektur produk, sistem utama , subsistem dan komponen-komponen produk. Keluaran dari fase perancangan produk adalah layout produk, spesifikasi fungsional dari masing-masing subsistem dan diagram alir produk.

Selain itu juga dilakukan penelitian untuk mengetahui potensi biaya, pendapatan, dan keuntungan yang timbul dari produk. Analisis SWOT biasanya digunakan mengidentifikasi kekuatan, peluang kelemahan dan ancaman yang ada di pasar. Perusahaan juga menetapkan strategi pasar untuk mengidentifikasi kelompok sasaran produk untuk mengetahui segmentasi pasar. Hal ini sangat penting karena dengan mengetahui segmentasi pasar memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi ceruk pasarnya.

2.3 Produk Desain

Konsep yang sudah dipilih kemudian dikembangkan lebih lanjut pada fase ke ketiga, perencanaan desain. Pada fase ini konsep desain didetailkan kembali menjadi desain produk dan terkadang dilakukan pembuatan mockup. Pada tahap inilah perlu diperhatikan bagaimana produk akan di manufacture dan di assembly. Keluaran dari fase ke-tiga adalah desain drawing atau gambar kerja yang akan digunakan pada tahapan selanjutnya.

2.4. Verifikasi Desain

Fase keempat ini disebut juga fase verifikasi desain. Pada fase ini desainer melakukan konfirmasi dengan memeriksa dan memberikan bukti bahwa keluaran desain memenuhi spesifikasi masukan desain. Hal ini untuk memastikan produk yang dirancang sama dengan penggunaan yang dimaksudkan.

Pada tahap ini dilakukan pembuatan prototype dari desain yang sudah ada. Prototipe adalah model produk yang memiliki sebagaian besar fungsi yang nantinya ada pada sebuah produk, Prototipe digunakan sebagai bukti konsep yang akan di evaluasi untuk mengetahui bagaimana produk bekerja, berinteraksi dengan pengguna serta mengetahui potensi risiko yang mungkin muncul.

Hal pertama yang harus dilakukan dalam verifikasi desain adalah mengidentifikasi pendekatan terbaik untuk melakukan verifikasi. Desaigner menentukan apa yang akan diukur dan bagaimana cara mengukurnya. Desainer juga harus mempertimbangkan sumber daya, tenaga kerja, dan alat yang diperlukan agar verifikasi berhasil. Kegiatan verifikasi desain harus direncanakan dan diperiksa secara rutin dan hasilnya harus didokumentasikan.

2.5. Validasi Desain

Setelah produk diverifikasi maka tahap selanjutnya adalah validasi desain. Validasi desain dilakukan melalui pemeriksaan dan bukti objektif,. Desainer harus mengkonfirmasi bahwa keluaran desain akhir secara konsisten memenuhi penggunaan yang dimaksud. Karena verifikasi desain dilakukan ketika pekerjaan desain sedang dilakukan, validasi desain mengkonfirmasi bahwa perangkat memenuhi tujuan penggunaannya.

2.6. Transfer Desain

Transfer desain dilakukan setelah kelima tahap pengembangan produk selesai. Keluaran dari pengembangan produk yang harus diserahkan ke produksi umumnya meliputi prototipe produk, buku panduan, gambar teknik, spesifikasi produk dan hasil pengujian. Proses tranfer desain memastikan desain produk yang dibuat dapat diterjemahkan dengan benar ke dalam spesifikasi produksi sehingga dapat dilakukan proses produksi yang benar. Jika ada perubahan desain setelah transfer desain maka perubahan tersebut harus diidentifikasi, didokumentasikan, divalidasi, diverifikasi, ditinjau dan disetujui sebelum implementasikan ke produksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *