Bagian 1 Desain dan Biaya Produk

Desain Produk merupakan proses inovatif untuk menciptakan sebuah produkyang bernilai tambah atau berdaya guna bagi penggunanya. Produk merupakan barang, jasa atau pengetahuan yang dijual ke konsumen. Proses pengembangan produk merupakan aktifitas yang dibutuhkan untuk mewujudkan konsep menjadi sebuah produk yang siap dipasarkan. Aktivitas teknis dalam pengembangan produk untuk memenuhi bussiness case dan visi pemasaran disebut juga sebagai proses desain. Tahapan pengembangan produk meliputi perancangan, menentukan konsep desain, melakukan detailing desain hingga pra produksi. Tahap pengembangan produk sangat krusial karena 70% biaya produk akhir ditentukan dalam tahap ini.

daur-hidup produk
Gambar 1. Daur-hidup produk

1.1 Evolusi Pengembangan Produk

Mengembangkan produk biasanya dimulai dari sebuah konsep atau rancangan oleh designer. Selain melakukan perancangan, designer juga dapat bertindak sebagai pembuat produk. Metode ini sering disebut sebagai craftmanship. Kelebihan jika suatu produk dirancang dan sekaligus dibuat oleh designernya lansung adalah produk yang dihasilkan menjadi sangat unik. Crafmanship hanya cocok jika kita membuat produk yang terbatas dan bukan produksi massal karena membutuhkan skill yang tinggi, waktu pengerjaan yang lama dan tentu saja produktivitasnya rendah.

evolusi pengembangan produk
Gambar 2 “Evolusi” Pengembangan Produk

Jika ingin memproduksi produk secara massal maka perlu dilakukan pendekatan yang berbeda. Rancangan yang dibuat oleh designer harus diserahkan ke manufaktur untuk diproduksi massal. Terkadang desainer mengembangkan produk baru tanpa masukan dari manufaktur, dan kemudian menyerahkan desain yang belum tentu dapat dipabrikasi ke manufaktur. Hal ini tentu saja mengharuskan manufaktur untuk mengembangkan proses untuk membuat produk baru. Pendekatan “over-the-wall” ini menciptakan tantangan luar biasa untuk manufaktur, menghasilkan banyak konflik dan sangat meningkatkan waktu yang dibutuhkan untuk berhasil mengembangkan dan memproduksi produk baru.

Pendekatan over-the-wall dalam pengembangan produk
Gambar 3 Pendekatan over-the-wall dalam pengembangan produk

Untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul akibat pendekatan “over-the-wall”, manufacture dan stackeholder terkait dengan pengembangan produk perlu dilibatkan mulai dari tahap perencanaan. Pendekatan pada pengembangan produk dimana cross- functional team bekerja bersama-sama sejak tahap requirement hingga produksi disebut juga sebagai concurrent engineering. Dengan melibatkan manufactur dari awal maka aspek kemudahan manufactur dan perakitan dapat dipertimbangan sejak fase desain.

concurrent engineering
Gambar 4. Concurrent Engineering

1.2 Kesuksesan Pengembangan Produk

Kesuksekan dari pengembangan produk sangat ditentukan oleh tiga hal yaitu: (1) kualitas dari produk yang dihasilkan; (2) biaya, baik biaya yang dibutuhkan dalam pengembangan produk dan harga dari produk; dan (3) time-to-market atau seberapa cepat produk bisa dipasarkan. Kecepatan produk sampai ke pasar sangat dipengaruhi oleh seberapa mampu team mengembangkan produk dan seberapa cepat pengembangan produk bisa diselesaikan. Efektifitas dalam pengembangan produk akan mempengaruhi besar kecilnya biaya pengembangan yang harus ditanggung perusahan dan pada akhirnya akan mempengaruhi harga akhir dari sebuah produk. Kualitas dari produk sangat dipengaruhi oleh kemampuan team dalam mengembangkan produk yang efektif, ekonomis dan mampu memenuhi/memuaskan kebutuhan dari pengguna produk.

faktor kesuskesan produk. Kualitas, waktu dan biaya mempengaruhi kesuksesan dalam pengembangan produk
Gambar 5. Kualitas, waktu dan biaya mempengaruhi kesuksesan dalam pengembangan produk

1.3 Dimensi Kualitas Produk

Produk dikatakan berkualitas jika dapat memenuhi/memuaskan kebutuhan dari penggunanya. Agar dapat memenuhi harapan pengguna, sebuah produk harus: (1) memiliki kinerja yang baik sesuai dengan karakteristik utama produk; (2) Memiliki fitur yang cukup sesuai dengan kebutuhan pengguna; (3) handal, mampu bekerja secara memuaskan pada waktu dan kondisi yang ditetapkan; (4) Kesesuaian dengan standard (conformance); (5) Memiliki ketahanan yang baik; (6) kemudahan pelayanan purna jual; (7) Memiliki tampilan yang baik; serta (8) memiliki kesan kualitas yang dapat dirasakan oleh pengguna sehingga dapat mempengaruhi keputusan pengguna untuk membeli/mengunakan produk.

1.4 Keekonomian Produk

Nilai keekonomian sebuah produk ditentukan oleh keseimbangan antara biaya produk dan harga atau value/nilai dari produk. Biaya produk merupakan biaya yang dikeluarkan untuk membuat suatu produk. Biaya tersebut meliputi biaya pengembangan produk (NRE, Non-Recurring Engineering Cost), biaya material, biaya tenaga kerja (direct dan indirect), Manufacture overhead dan profit. Porsi biaya pengembangan produk adalah 4 sampai dengan 5 % dari total biaya produk. Sedangkan biaya tenaga kerja, overhead dan material secara beruturut berkontribusi terhadap biaya produk sebesar 15% , 30% dan 50 %.

Gambar 7. Nilai keekonomian sebuat produk ditentukan oleh keseimbangan antara biaya dan harga produk

Meskipun biaya pengembangan hanya 5 % namun akan sangat mempengaruhi biaya produk secara keselurhan (sekitar 70%). Kenapa demikian? karena pada tahap pengembanganlah jenis material yang digunakan dan proses yang menyertainya ditentukan. Desain yang efektif akan menghasilkan produk yang berkualitas dan proses pembuatan yang efisien.

Desain menentukan lebih dari 70 persen keseluruhan biaya produk
Gambar 8. Desain mempengaruhi lebih dari 70 % keseluruhan biaya produk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *